javascript hit counter
Business, Financial News, U.S and International Breaking News

Putus sekolah tak putuskan semangat penjual tahu ini untuk sebarkan cinta membaca

JAKARTA: Pagi pukul enam dan sinar mentari belum lama menerangi langit Desa Pasirhuni  di Jawa Barat, namun Rudiat sudah sibuk memilah-milah tumpukan buku.

Penjual tahu itu kemudian memasukkan puluhan buku ke dalam dua kotak di bagian belakang sepeda motornya, bersisian dengan satu kotak lain berisi beberapa bungkusan tahu. Lantas ia berangkat menuju beberapa desa di Kecamatan Cimaung.

Berdagang tahu merupakan sumber pendapatan utama Rudiat selama sekitar satu dekade terakhir. Namun, ia telah menjadikan tumbuh kembang literasi sebagai misi hidupnya.

Setiap kali mengunjungi penduduk desa yang menjadi pelanggannya, pria berusia 43 tahun itu juga meminjamkan buku kepada mereka.

 “Saya bawanya buku-buku yang cocok buat mereka. Kalau saya datangnya ke desa yang mayoritas pembeli tahu saya peternak, ya saya bawanya buku-buku peternakan, misalnya cara beternak bebek.

 “Tapi kalau penduduknya sebagian besar ibu-ibu, saya pinjami buku-buku tentang pengasuhan anak dengan topik seperti cara merawat anak,” jelasnya kepada CNA.

Meski hanya berpenghasilan sekitar 1,5 juta rupiah per bulan, lebih rendah dari upah minimal regional Jawa Barat sebesar 1,eight juta rupiah, ia selalu menyisihkan 2,5 persen dari pendapatannya untuk membeli buku.

Rudiat telah membeli sekitar 3.500 buku sejak ia mulai bekerja 25 tahun lalu. Ada pula buku-buku sejumlah 2.500-an judul dari para donatur yang telah mendengar kabar tentang pengabdian sukarelanya.

 “Saya nyebutnya tahu buku. Di mana ada tahu, di situ ada buku. Buku bikin kita pintar dan tahu bikin kita sehat,” ujarnya seraya menambahkan bahwa ia siap merelakan buku-buku yang tak kunjung dikembalikan.

Bermula dari inisiatif kecil-kecilan, upaya Rudiat telah menarik hati sederet pembaca setia. Sebagian dari mereka bahkan tak sungkan-sungkan mengirimkan pesan untuk memberitahunya jenis bacaan yang mereka inginkan sehari sebelum ia datang.

Rudiat bahkan bersedia menempuh 20–30 kilometer berbekal buku dan tahu untuk para warga di satu perkebunan teh di Pangalengan. Pencapaian yang paling ia banggakan adalah pertemuannya dengan Presiden Joko Widodo untuk berbagi pengalaman.

Source

Comments are closed.